Oleh: Pdt. Dr. Markus Simajuntak, M.Th
Zaman yang kita kenal sebagai “post-truth” di mana kebenaran sudah di-framing oleh media dan suara yang lebih populer. Inilah waktunya pengkotbah di Gereja Tuhan dengan berani, setia tetapi sekaligus mengerti hati dan kegelisahan dari generasi milenial. Ini merupakan cara untuk menunjukkan rasa hormat kepada generasi milenial (generasi now). Hal ini menunjukkan bahwa kita menghargai kecerdasan mereka dan bahwa kita percaya bahwa mereka mampu memahami Alkitab. Hal ini juga menunjukkan bahwa kita tidak takut untuk terlibat dengan pertanyaan-pertanyaan sulit yang mungkin mereka miliki.