Oleh: William D. Mounce
Berbahasa Indonesia (terjemahan AI) Kita sering diberitahu bahwa kita tidak lagi dapat menganggap Alkitab dapat dipercaya. Dari meme media sosial hingga kajian ilmiah populer, begitu banyak serangan telah dilancarkan terhadap kredibilitas Kitab Suci sehingga banyak orang memiliki pertanyaan serius tentang Alkitab, seperti: Apakah Yesus benar-benar hidup? Apakah para penulis Alkitab mengarang pesan mereka? Bagaimana kita dapat mempercayai Injil karena ditulis begitu lama setelah Yesus hidup? Bagaimana kita dapat mempercayai Alkitab yang penuh dengan kontradiksi internal dengan dirinya sendiri dan kontradiksi eksternal dengan sains? Bukankah manuskrip Alkitab yang kita miliki hanyalah salinan dari salinan yang begitu rusak sehingga tidak mewakili apa yang ditulis oleh penulis aslinya? Mengapa kita harus mempercayai kitab-kitab yang ada di dalam Alkitab, karena banyak kitab yang baik telah dihilangkan, seperti Injil Tomas? Mengapa mempercayai Alkitab ketika ada begitu banyak terjemahan yang saling bertentangan? Jika Anda merasa tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini, tetapi ingin menjawabnya, buku karya sarjana dan penerjemah Alkitab terkemuka William Mounce cocok untuk Anda.